Bekasi, 10 januari 2012
berbicara tentang penghasilan dan bagaimana "ia" digunakan?
soerang pekerja proyek di tengah istirahat bertanya...
Pekerja proyek: "Pa, emang yg penghasilan besar itu uangnya dipake buat apa sih pa?"
"wah saya juga ga tau mas, emang klo mas penghasilnnya dipake buat apa?"
Pekerja proyek: "saya pa?klo saya dibagi 3, untuk keluarga..untuk saya dan untuk di sumbangkan yah sodaqoh lah pa, saya udah makan ajah cukup..."
Obrolan berlanjut sampai istirahat berakhir...
Pernah saya mendengar
"sebaik-baiknya harta adalah harta ditangan orang beriman"
Beriman = percaya, dalam arti sempit dalam obrolan singkat saya menerjemahkan percaya berarti ada hal-hal yg tidak bisa dihitung secara matematis..
jika dikalkulasikan dengan segala ilmu hitung yg saya kuasai, bila saya mengeluarkan kekayaan untuk suatu hal yg saya tidak tahu kemana pasti saya rugi..
Tapi dengan "iman" semua berbeda...
Ditangan pekerja proyek harta ditempatkan di tempat yg sungguh mulia, dengan "iman", beliau tidak khawatir habis dll..
Bisa dibayangkan jika orang yang diamanahi harta lebih..memahami kata "iman" itu betapa luar biasanya kedudukan harta tersebut...
alhamdulillah untuk segalanya tulisan ini tidak lebih hanya mengingatkan diri pribadi tidak lebih......
لَن تَنَالُواْ الْبِرَّ حَتَّى تُنفِقُواْ مِمَّا تُحِبُّونَ وَمَا تُنفِقُواْ مِن شَيْءٍ فَإِنَّ اللّهَ بِهِ عَلِيمٌ
"Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya". [QS: Ali Imran ayat 92]
Nara sumber: Yudha Trimuliadi Suryana


0 komentar:
Beri komentar => Bagaimana Ia Digunakan